Facebook Perpanjang Larangan Iklan Politik Gara-Gara Donald Trump Tolak Kekalahan
Facebook perpanjang larangan iklan politik sampai bulan kedepan. Ini dikerjakan sebab ada penangguhan hasil penyeleksian sebab Covid-19 dan dampak pemberlakuan proses pengangkutan suara lewat surat serta voting sekalian, yang tidak pernah berlangsung awalnya.
situs sabung ayam terpercaya makanan penambah kekuatan ayam
Ekstensi larangan iklan politik ini dipublikasikan dalam update website Facebook.
"Penjedaan sesaat untuk iklan politik serta permasalahan sosial di AS dikerjakan selaku usaha berkepanjangan kami membuat perlindungan pemilu," kata Facebook dalam upload situsnya, seperti diambil dari The Verge, Kamis (12/11/2020).
Facebook menyebutkan, ekstensi dikerjakan sampai sebulan kembali. Perusahaan menjelaskan, ada peluang larangan iklan politik akan ditarik bisa lebih cepat.
"Usaha mendapatkan hasil Pemilihan presiden AS tahun ini kemungkinan perlu waktu semakin lama dibandingkan pemilu awalnya sebab wabah serta lebih beberapa orang memberi suara lewat surat. Kami juga mengenalkan bermacam peraturan untuk menolong membuat perlindungan kredibilitas pemilu buat kurangi berlangsungnya ketidaktahuan," kata Facebook.
Facebook benar-benar tidak secara eksplitsit mengatakan jika pemilihan presiden kesempatan ini dimenangi oleh Joe Biden.
Di lain sisi, Donald Trump menampik berserah serta memakai claim penipuan pemilu untuk menentang hasil itu dan ajukan usaha hukum.
Menyaksikan fakta itu, ekstensi larangan iklan politik di Facebook berasa seperti usaha menahan Trump secara salah mengatakan kemenangan lewat iklan atau jaringannya di basis Facebook.
Penampikan kekalahan Trump ini kemungkinan terlalu lama sampai bulan kedepan atau Januari 2021, menjelang pengukuhan Presiden AS.
Untuk itu, larangan iklan politik ini nampak selaku salah satunya usaha Facebook menahan penebaran misinformasi selanjutnya melalui platformnya.
Facebook sendiri pertamanya kali umumkan larangan iklan politik di AS di awal Oktober minimal sampai hari penyeleksian usai.
Cara ini diambil sesudah diperhitungkan sepanjang beberapa bulan oleh barisan eksekutif Facebook. Disamping itu, ada hujatan keras dari kritikus atas lambannya usaha Facebook tangani misinformasi berkaitan Pemilihan presiden serta wabah jadi salah satunya alasan Facebook.
Awalnya, Facebook hentikan akseptasi iklan politik baru di platformnya, menjelang Penyeleksian Presiden AS yang akan diadakan 3 November kedepan.
Cara ini adalah usaha Facebook untuk kurangi resiko penebaran disinformasi serta interferensi berkaitan hasil Pemilihan presiden AS. Begitu diambil dari Reuters, Jumat (4/9/2020).
Kendari menampik iklan politik baru, Facebook meluluskan kampanye serta tampilkan iklan politik yang telah berada di metode.
Selaku dampaknya, Facebook akan meluluskan advertiser politik mengganti jumlah pengeluaran serta pemakai yang tertarget yang diharapkan. Tetapi Facebook akan mengendalikan serta sesuaikan content atau design iklannya.
Calon serta komite tindakan politik segera dapat beli iklan yang telah jadi sisi dari persetujuan, minimal sampai satu siaran pada 27 Oktober.
Advertiser dapat pilih untuk menarget iklan yang berada di group berlainan untuk sesuaikan berbelanja iklannya. Tetapi, advertiser tidak bisa mengeluarkan kampanye inovatif baru.
